Saturday, September 18, 2010
Al fatihah
hasil dari Syihabuddin Ahmad's in Facebook
"... Al-Fadhil Ust Dahlan Mohd Zain .., seorang Qaid, Pengetua, Murabbi, Mursyid kepada kami. ... Setelah sekian lama bergelut dengan dakwah akhirnya pulang bertemu Rabbnya. Selamat berbahagia di sana ya Ustazuna"-ustaz muzakkir
di ambil dari http://www.facebook.com/home.php?sk=lf#!/photo.php?pid=31111010&fbid=1466474094840&id=1023175764&ref=nf
Saturday, August 14, 2010
Ustaz Dahlan
Berita terkini
“Secara keseluruhan keadaan UD memang kritikal, buah pinggang dah rosak, jantung lemah, pernafasan melalui mesin dan belum sedar. dikhuatiri stoke. Terlalu banyak organ disfunction. Wallahu’alam” – Prof. Madya Dr. Zamrin Dimon.
Di ambil dari http://www.omaq.org/v3/category/my-matri/
Ramadhan Yg Karim
Ramadhan banyak mengajar diri kita.. Ramadhan adalah titik sambung untuk kita pertingkatkan diri kita... tetapi kekadang diri kita sering lupa akan kenikmatan ramdhan sehingga asyik dibuai arus dunia...
Wahai diri marilah kita pertingkatkan diri kita sebelum diri menguasai diri, sebelum nafsu bertahta di hati... marilah kita ambil peluang yang Allah beri, mudah-mudahan diri ini terus berada dalam keredhaAnNYa..
Hati kita sering sakit jika dikianati, hati kita sering terluka jika dilupai.. maka semperna ramdhan yang mulia ni marilah kita sama2 mengubati hati kita yang perlukan makanan... bersihkan hati kita dengan ZIKIR, Bacaan AL-Quran, Tahajud n Sering Berada Dalam Pengawasan Allah.. Dimana kita berada Allah tetap setiap bersama kita...
"Indahnya DUNIA hanya sementara,Indahnya MIMPI kadang xpasti, Tetapi Indahnya Bulan RAMADHAN sukar dicari ganti"
Sunday, July 18, 2010
Hadiah Buat K.tana(selamat Pengantin Baru)
Sahabat sejati sahabat setia,
Ikhlas bersahabat membawa berkat,
Selalu memberi nasihat berguna,
Agar selamat dunia akhirat.
Selalu memberi nasihat berguna,
Agar selamat dunia akhirat,
Buat panduan dimana berada,
Agar persahabatan membawa berkat.
Suka duka dikongsi bersama,
Hadapi cabaran dengan tenang,
Sahabat sejati berhati mulia,
Sanggup bersama susah dan senang.
Semasa didunia baik dihargai,
Jangan sampai pergi tak kembali,
Bermacam-macam kawan boleh dicari,
Tak mungkin sama sahabat sejati.
Wednesday, April 14, 2010
Minda Terbuka
Sunday, April 11, 2010
Menarik Kan?
Sunday, March 21, 2010
Thursday, March 18, 2010
Tuntunan Bertaubat kepada Allah SWT

Terma dari akar kata "t-w-b" dalam bahasa Arab menunjukkan pengertian: pulang dan kembali. Sedangkan taubat kepada Allah SWT berarti pulang dan kembali ke haribaan-Nya serta tetap di pintu-Nya.
Karena pada dasarnya manusia harus bersama Allah SWT dan selalu berhubungan dengan-Nya, dan tidak menjauhi-Nya. Manusia tidak dapat membebaskan diri dari Allah SWT untuk memikirkan kehidupan fisiknya saja, juga tidak dapat membebaskan dirinya dari Allah SWT karena memikirkan kebutuhan hidup ruhaninya saja. Bahkan kebutuhannya kepada Allah SWT di akhirat akan lebih besar dari kebutuhannya di dunia. Karena kehidupan dan kebutuhan fisik itu secara bersamaan juga dilakukan oleh binatang yang tidak dapat berpikir, sementara kebutuhnan ruhani adalah sisi yang menjadi ciri pembeda manusia dari hewan dan binatang.
Allah SWT telah menciptakan manusia dari dua unsur. Di dalam tubuhnya terdapat unsur tanah, juga unsur ruh. Inilah yang menjadikannya layak dijadikan objek sujud oleh malaikat sebagai penghormatan dan pemuliaan kedudukannya. Allah SWT berfirman:
"(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Ku sempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya." QS. Shaad: 71-72..
Allah SWT tidak memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada Adam kecuali setelah Allah SWT memperbagus bentuknya dan meniupkan ruh ke dalam tubuhnya.
Ketika manusia ta'at kepada Rabbnya berarti tiupan ruh itu mengalahkan sisi tanahnya. Atau dengan kata lain, sisi ruhani mengalahkan sisi materi. Dan sisi Rabbani mengalahkan sisi tanah yang rendah. Maka manusia meningkat dan mendekat kepada Rabbnya, sesuai dengan usahanya untuk meningkatkan sisi ruhaninya ini.
Ketika manusia berbuat maksiat terhadap Rabbnya, maka posisi itu terbalik; sisi tanah mengalahkan sisi ruh, dan sisi materi yang rendah mengalahkan sisi Rabbani yang tinggi. Maka manusia merendah dan menjadi lebih hina, serta menjauh dari Allah SWT sesuai dengan seberapa jauh dosa dan kemaksiatan yang ia lakukan.
Kemudian taubat memberikan kesempatan kepadanya untuk mencapai apa yang tidak ia dapatkan, serta meluruskan kembali perjalanan hidupnya. Maka manusia itupun kembali menaik setelah kejatuhannya, dan mendekat kepada Rabbnya setelah ia menjauhi-Nya, serta kembali kepada-Nya setelah memberontak dari-Nya.
Taubat Nasuha
Taubat yang diperintahkan agar dilakukan oleh kaum mu'minin adalah taubat nasuha (yang semurni-murninya) seperti disebut dalam Al Quran:
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya." QS. at-Tahrim: 8
Kemudian apa makna taubat nasuha itu.
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam kitab tafsirnya: "artinya adalah, taubat yang sebenarnya dan sepenuh hati, akan menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, mengembalikan keaslian jiwa orang yang bertaubat, serta menghapus keburukan-keburukan yang dilakukannya."
Sedangkan nasuha adalah redaksi hiperbolik dari kata nashiih. Seperti kata syakuur dan shabuur, sebagai bentuk hiperbolik dari syakir dan shabir. Dan terma "n-sh-h" dalam bahasa Arab bermakna: bersih. Dikatakan dalam bahasa Arab: "nashaha al 'asal" jika madu itu murni, tidak mengandung campuran. Sedangkan kesungguhan dalam bertaubat adalah seperti kesungguhan dalam beribadah. Dan dalam bermusyawarah, an-nush itu bermakna: membersihkannya dari penipuan, kekurangan dan kerusakan, dan menjaganya dalam kondisi yang paling sempurna. An nush-h (asli) adalah lawan kata al-gisysy-(palsu).
Pendapat kalangan salaf berbeda-beda dalam mendefinisikan hakikat taubat nasuha itu. Hingga Imam Al Qurthubi dalam tafsinrya menyebut ada dua puluh tiga pendapat. (Lihat: Tafsir al Qurthubi ayat ke delapan dari surah at Tahrim). Namun sebenarnya pengertian aslinya hanyalah satu, tetapi masing-masing orang mengungkapkan kondisi masing-masing, atau juga dengan melihat suatu unsur atau lainnya.
Ibnu Jarir, Ibnu Katsir dan Ibnu Qayyim menyebutkan dari Umar, Ibnu Mas'ud serta Ubay bin Ka'b r.a. bahwa pengertian taubat nasuha: adalah seseorang yang bertaubat dari dosanya dan ia tidak melakukan dosa itu lagi, seperti susu tidak kembali ke payudara hewan. Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud dengan marfu': taubat dari dosa adalah: ia bertaubat darinya (suatu dosa itu) kemudian ia tidak mengulanginya lagi." Sanadnya adalah dha'if. Dan mauquf lebih tepat, seperti dikatakan oleh Ibnu Katsir.
Hasan Al Bashri berkata: taubat adalah jika seorang hamba menyesal akan perbuatannya pada masa lalu, serta berjanji untuk tidak mengulanginya.
Al Kulabi berkata: Yaitu agar meminta ampunan dengan lidah, menyesal dengan hatinya, serta menjaga tubuhnya untuk tidak melakukannnya lagi.
Sa'id bin Musayyab berkata: taubat nasuha adalah: agar engkau menasihati diri kalian sendiri.
Kelompok pertama menjadikan kata nasuha itu dengan makna maf'ul (objek) yaitu orang yang taubat itu bersih dan tidak tercemari kotoran. Maknanya adalah, ia dibersihkan, seperti kata raquubah dan haluubah yang berarti dikendarai dan diperah. Atau juga dengan makna fa'il (subjek), yang bermakna: yang menasihati, seperti khaalisah dan shaadiqah.
Muhammad bin Ka'b al Qurazhi berkata: taubat itu diungkapkan oleh empat hal: beristighfar dengan lidah, melepaskannya dari tubuh, berjanji dalam hati untuk tidak mengerjakannya kembali, serta meninggalkan rekan-rekan yang buruk. (Madaarij Saalikiin : 1/ 309, 310. Cetakan As Sunnah Al Muhammadiyyah, dengan tahqiq Syaikh Muhammad Hamid al Faqi. Dan tafsir Ibnu Katsir : 4/ 391, 392).
Tuesday, March 16, 2010
KENAPA AKU DIUJI?
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta."
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3
KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
-Surah Al-Baqarah ayat 216
KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
-Surah Al-Baqarah ayat 286
RASA FRUST?
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yg beriman."
- Surah Al-Imran ayat 139
BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan
kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
-Surah Al-Imran ayat 200
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
-Surah Al-Baqarah ayat 45
APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
"Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka… ..
-Surah At-Taubah ayat 111
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
-Surah At-Taubah ayat 129
AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
"… ..dan jgnlah kamu berputus asa drp rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
-Surah Yusuf ayat 12
Wednesday, March 10, 2010
Tuesday, March 9, 2010
ANAK SOLEH IDAMAN IBUBAPA

ANAK SOLEH IDAMAN IBUBAPA
الحَمْدُ للهِ اْلقَآئِلْ :
أَشْهَدُ أَنْ لآ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله، إِتَّقُوا اللهَ وَ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Sesungguhnya anak-anak merupakan anugerah dari Allah s.w.t. yang cukup berharga kepada Ibubapa. Mereka juga merupakan amanah daripada Allah untuk dijaga dan dipelihara dengan sempurna dan memastikan keselamatan di dunia dan akhirat. Amanah ini akan ditanya oleh Allah diakhirat nanti, apakah kita telah menunaikannya dengan sebaik-baiknya ataupun kita mengkhianatinya.
Justeru itu, Islam tampil sebagai model terbaik memberi bimbingan dan panduan kepada manusia dalam melahirkan sebuah keluarga bahagia dan dirahmati serta diredhai Allah s.w.t.
Kita semua sebagai ibu bapa atau yang bakal menjadi bapa sudah pasti berharap supaya dikurniakan anak-anak yang baik dan soleh yang bakal menjadi penyejuk mata dan penawar hati. Anak-anak bukan sahaja dapat membantu kita sewaktu di dunia bahkan diharap dapat membantu kita sampai ke alam akhirat.
Sabda Rasulullah s.a.w :
" اِذَا مَاتَ ابْنِ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ ".
Maksudnya : “ Apabila telah mati seorang anak Adam, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, iaitu : Sedekah jariah, Ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang mendoakan kepadanya”.
Oleh itu, sekiranya kita berhasrat dan mengidamkan untuk mendapat zuriat yang terbaik dan soleh, maka kita mestilah memberikan pendidikan yang sempurna kepada mereka yang berkaitan dengan dengan fardhu ain dan fardhu kifayah.
Justeru itu, proses mendidik anak agar benar-benar menjadi anak yang soleh merupakan suatu tugas dan tanggungjawab yang besar serta mencabar kepada setiap ibu bapa, terutamanya dalam dunia hari ini yang serba canggih sedikit sebanyak telah mempengaruhi corak kehidupan masyarakat terutamanya golongan kanak-kanak. Maka dalam perkara ini, beberapa faktor penting perlu diberi perhatian oleh ibu bapa bagi memastikan anak-anak menjadi insan yang soleh dan terbaik serta mampu memberi manfaat kepada agama, bangsa dan negara.
Diantara perkara-perkara utama yang perlu diberi perhatian oleh ibu bapa dalam proses melahirkan zuriat yang soleh ialah :
Pertama : Sentiasa Berdoa Kepada Allah s.w.t.
Keinginan untuk memiliki zuriat yang soleh dan cemerlang hendaklah dengan cara berdoa kepada Allah s.w.t. kerana amalan ini merupakan amalan yang dilakukan oleh para nabi dan rasul. Firman Allah dalam surah Ali - Imran ayat: 38
Yang bermaksud : Wahai tuhan kami kurniakanlah kepadaku dari sisimu zuriat keturunan yang baik, seseungguhnya engkau sentiasa mendengar (menerima) doa permohonan.
Dalam ayat ini menjelaskan kepada kita para nabi dan rasul mengutamakan zuriat yang soleh dalam kehidupan mereka, walaupun zuriat itu belum dilahirkan lagi mereka berdoa kepada Allah s.w.t. agar dikurniakan zuriat keturunan yang baik. Ini memberi gambaran dan contoh kepada manusia untuk diamalkan. Di samping kita berdoa hendaklah kita memberi pelajaran yang sempurna dari segi fardhu Ain dan Fardhu Kifayah semoga mereka dapat membangunkan diri, masyarakat dan negara.
Kedua : Hendaklah Menanam Akidah Didalam Diri Anak-Anak
Akidah merupakan asas yang perlu diberi perhatian dan keutamaan, kerana akidah yang mantap sahaja mampu menjamin kebahagian dan kecemerlangan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Selain itu, anak-anak yang mempunyai pegangan akidah yang mantap tidak akan mudah untuk menyeleweng atau diselewengkan. Lebih-lebih lagi dapat melahirkan insan yang sentiasa dapat menjaga iman mereka serta menjauhi perkara-perkara syirik yang boleh menyesatkan mereka.
Ketiga : Hendaklah Diberi Penekanan Terhadap Tuntutan Syariah Khususnya Dari Sudat Ibadah
Penekanan dari sudut ibadah yang sempurna melambangkan sifat kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. Selain itu, sebagai tanda penyempurnaan jalinan hubungan dengan Allah s.w.t sepanjang masa dengan sentaisa menyerahkan segala jiwa dan raganya terhadap setiap suruhan dan meninggalkan segala larangannya pada setiap masa.
Selain itu, dengan melakukan ibadah kepada Allah dapat menyedarkan anak-anak tentang sifat-sifat manusia sebagai hamba disisi Allah s.w.t. Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah al-Anam ayat 162 :
Yang bermaksud : “ Sesungguhnya solatku dan ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah tuhan yang memelihara dan mentadbir sekelian alam ”.
Keempat : Hendaklah Diberi Penekanan Dari Sudut Akhlak
Memiliki akhlak terpuji merupakan lambang kecemerlangan dan keindahan terhadap keperibadian seorang muslim sejati. Dengan memiliki akhlak yang terpuji menyebabkan seseorang itu dihormati dalam sesebuah masyarakat berbanding dengan orang yang memiliki akhlak yang tercela akan dibenci dan dikeji oleh masyarakat. Kerana itulah, junjungan besar nabi Muhammmad s.a.w. diutuskan untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Selain itu, dengan memiliki akhlak yang mulia merupakan amalan yang paling berat dalam timbangan dihari akhirat berbanding dengan akhlak tercela yang akan melambatkan proses hisab dihadapan Allah s.w.t. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. :
مَا مِنْ شَىْءٍ أَثْقَلُ فِىْ مِيْزَانِ الْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
( رواه أبو دأود والترمذي )
Maksudnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih berat diatas neraca timbangan seseorang hamba di hari kiamat selain dari akhlak yang mulia ”.
Kelima : Memastikan Makanan Anak-Anak Dari Sumber Yang Halal
Setiap ibu bapa perlu memastikan setiap makanan yang diberikan kepada anak-anak merupakan makanan dari sumber yang halal serta menjauhi dari sumber-sumber yang subhah, apatah lagi dari sumber yang haram seperti rasuah, riba, penipuan dan sebagainya.
Kerana makanan yang bersumberkan dari rezeki yang halal bukan sahaja membawa keberkatan tetapi sebenarnya dapat melahirkan zuriat yang pintar dan sehat. Dan akhirnya mendorong seseorang kearah melakukan kebaikan di dunia dan mendapat rahmat Allah di akhirat. Firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 168 :
Yang bermaksud : “ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; kerana sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu ”.
Marilah sama-sama kita memberikan pendidikan yang sempurna kepada anak-anak kita, demi melihat generasi yang terbaik dimasa hadapan. Korbanlah sedikit masa dan harta untuk mereka, berikan kasih sayang dan tunjukkanlah contoh yang terbaik kepada mereka serta mengambil tahu hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan anak-anak seperti dengan siapa mereka berkawan, kemana mereka pergi, jam berapa mereka keluar rumah dan sebagainya. Ini semua membuktikan kita telah melaksanakan amanah Allah s.w.t. terhadap anak-anak dengan baik dan sempurna.
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم،
Maksudnya : “ Dan orang orang yang berkata: " wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
( Surah al-Furqan : 74 )
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الأيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَات فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Sunday, March 7, 2010
Hadiah dari Sahabat 13 Tahun..
Hari ini bkn semudah semalam utk bergelar manusia sempurna..byk yg perlu dikorbankan,byk juga yg terpaksa dilepaskan..sesekali langkah tersadung,rebah menyembah..sesekali melangkah gagah tersenyum megah dan semua itu memerlukan pengorbanan,menentukan kesabaran dan air mata..selagi prinsip hidup berada di atas landasan yg betul,usah di gusar pd anugerah Tuhan..anggaplah sesekali di duga itu sekadar utk mematangkan dan mengajar kita utk bangun menjadi manusia sesempurna insan..Bila engkau memandang segalanya dari Tuhanmu,yang mencipta segalanya, yang menimpakan uijan, yang menjadikan sakit hatimu, yang membuat keinginanmu terhalang, serta menyusahkan hidupmu, pasti akan damailah hatimu kerana masakan Allah sengaja mentakdirkan segalanya untuk sesuatu yang sia-sia, bukan Allah tidak tahu deritanya hidupmu, retaknya hatimu, tapi mungkin itulah yang Allah mahukan kerana Allah tahu hati yang sebeginilah lebih mudah lunak dan mudah dekat dan akrab denganNya...
teman sjati x kn memBEKU dikala musim sejuk,, tak kan CAIR d kala musim pnas,, tak kan GUGUR d kala musim luruh,, tapi ia akn MEKAR sperti tibanya musim bunga..
sahabat itu umpama KOMPUTER..
dia ENTER dlm idop kite,,
kite SAVE dia d hati,,
dia FORMAT segala masalah kite,,
dan sbb tu la tak mungkin kite akn DELETE dia dr mem0ri kite..
p'sahabatan tak kan t'hakis dek CLOROX,, tak kan luntur dek DYNAMO, tak kan di nyah warna dek VANISH,, ttpi ia sntiasa harum bak DOWNY 4X,, selembut SOFTLAN,, sekekal BREEZE.......
YA ALLAH...
Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMU..
Aku buta tanpa bimbinganMU..
Aku cacat tanpa hidayahMU..
Aku hina tanpa rahmatMU..
Tabahkan aku menghadapi segala dugaan yg datang dariMU...
AMIN YA ALLAH,AMIN YA RAHMAN,AMIN YA RAHIM, AMIN YA KARIM,AMIN YA RABBAL' ALAMIN
Post by:Roziyati to her best friend =Salbiah
huhuhuu...
Friday, March 5, 2010
Lelaki Acuan Al-Quran Ialah

Seorang Lelaki Yang Beriman
Yang Hatinya Disaluti
Rasa Taqwa Kepada Allah SWT
Yang Sentiasa Haus Dengan Ilmu
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya
Yang Tidak Pernah Takut Berkata Benar
Yang Tidak Pernah Gentar Untuk Melawan Nafsu
Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa,
lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannnya,
lelaki yang warak tidak menilai wanita melalui keayuannya, keremajaannya, serta kemampuannya mengoncang iman lelaki.
Tetapi...
lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan yang penting pegangan agamanya.
Lelaki yang baik juga tidak menginginkan pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut memberi kesempatan kepada syaitan untuk mengodanya.
Lelaki yang warak juga tidak mahu bermain cinta kerana dia tahu apa matlamat dalam sebuah pertemuan lelaki dan wanita yakni sebuah perkahwinan...
ADaKAH ??AnDA LELAKI DAN INSYAALLAH AKAN MENJADI LELAKI YANG SOLEH
Monday, February 22, 2010
Wednesday, October 21, 2009
Tips Sihat Anda
Salam Sejahtera. Selamat Pagi
Berikut adalah perkongsian untuk anda.
Moga info ini berguna. Ini bersesuaian dengan wanita :-)
-------------------------------------
Manfaat Berjalan Kaki
-------------------------------------
RAMAI wanita yang beranggapan senaman di gimnasium saja sudah memadai untuk
mendapatkan badan yang sihat serta cergas. Tanggapan sedemikian menenggelamkan satu
lagi amalan senaman yang bukan saja mudah dibuat, tetapi tidak membabitkan sebarang kos.
Inilah keistimewaan aktiviti atau senaman berjalan kaki laju yang memberi lebih banyak
manfaat kepada kesihatan dan kecantikan berbanding berjalan kaki secara santai.
Ini bukan sekadar andaian, tetapi terbukti menerusi beberapa kajian termasuk kajian di
Belanda membabitkan 5,209 responden dalam tempoh 46 tahun. Hasil kajian yang disiarkan
Archives of Internal Medicine mendakwa amalan berjalan kaki 30 minit sehari, dapat menambah kira-kira 1.3 tahun kepada hayat seseorang.
Malah, amalan berjalan kaki laju itu mempunyai sembilan manfaat iaitu:
# Berat badan stabil
# Menurunkan berat badan
# Risiko elak serangan jantung
# Angin ahmar atau strok
# Mencegah kencing manis
# Mencegah osteoporosis
# Meredakan sakit lutut
# Tekanan
# Kanser
--------------------------------------------
Tips Senaman Berjalan Laju
--------------------------------------------
# Pilih kasut yang dapat lindungi dan jadikan kaki selesa
# Lokasi sesuai seperti tempat atau padang rata
# Langkah betul - Buat langkah sebesar mungkin bagi pergerakan lebih laju
# Gerakkan lengan ketika berjalan
# Sematkan dalam minda yang anda sedang mengejar sesuatu
# Tingkatkan kelajuan langkah serta tempoh senaman
Friday, September 25, 2009
Thursday, September 24, 2009
Ringkasan cara mandi wajib berdasarkan dalil-dalil di atas ialah:
1) Niat. Ini berdasarkan hadis yang popular bahawa setiap amal mestilah dengan niat.
2) Membaca ‘Bismillahirrohmanirrohim’.
3) Mencuci tangan sebanyak tiga kali.
4) Mencuci kemaluan dengan tangan kiri
5) Menggosokkan tangan kiri ke tanah lalu lalu mencucinya. Boleh juga mencuci tangan kiri itu dengan sabun.
6) Berwudhu. Wudhu boleh dilakukan seperti wudhu untuk solat (Sohih Muslim:317) ataupun menangguhkan mencuci kaki selepas selesai mandi.
7) Menyela-nyela rambut secara merata lalu menyiramnya 3 kali dengan air sepenuh dua telapak tangan. Ini berdasarkan hadis dari Aisyah di dalam sahih al-Bukhari:
“Kemudian Baginda SAW memasukkan jari-jarinya ke dalam air, kemudian menyela-nyela rambutnya, kemudia menyiram kepalanya 3 kali dengan kedua tangannya.”
Ketika menyiram kepala hendaklah dimulai dengan bahagian kanan, kemudian, bahagian kiri dan seterusnya bahagian tengah kepala. Ini berdasarkan hadis ‘Aisyah RA di dalam sahih Muslim (318):
"Baginda SAW menyiram kepalanya di bahagian kanan, kemudia bahagian kiri."
Bagi wanita yang dalam keadaan junub, diblehkan untuk tidak melepaskan ikatan rambutnya. Ini berdasarkan hadis Ummu Salamah RA.
Dari Ummu Salamah RA, beliau berkata: Aku berkata kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah SAW، sesungguhnya aku perempuan yang suka mengikat rambutku. Perlukah aku membuka ikatan tersebut ketika mandi junub? Jawab Rasulullah SAW: “Tidak, cukuplah bagi kamu dengan dengan menyiramkan air ke atas kepala kamu sebanyak 3 kali dan meratakan air ke seluruh tubuh kamu, dan kamu sudah dikira sudah bersuci. (Sahih Muslim:330)
Akan tetapi jika mandi untuk haidh, maka dianjurkan untuk melepaskan ikatan rambut. Ini berdasarkan hadis ‘Aisyah ra di dalam sahih al-Bukhari di mana beliau kedatangan haidh ketika menunaikan haji. Lalu baginda saw berkata sedemikian:
“Tinggalkanlah umrahmu, lepaskanlah ikatan rambutmu (ketika mandi) dan sisirlah rambutmu”
9) Meratakan air ke seluruh tubuh. Kita mestilah semua lipatan tubuh seperti ketiak dan lain-lain. Ini berdasarkan hadis ‘Aisyah (Sunan Abi Daud:243, di nilai sahih oleh al-Albani)
10) Beralih dari tempat mandi dan membasuh kaki..
Wallahu 'alam..
Allah Selamatkan Saya Ketika Derita
www.iluvislam.com
Oleh: Azamin Amin
Editor: deynarashid
Duit RM1.00 di telapak tangan, saya genggam kemas. Untuk membeli minuman pun belum tentu lepas. Kebetulan malam itu saya sangat-sangat lapar. Lalu tanpa hala tuju yang jelas, saya singgah sebentar di sebuah surau berdekatan rumah sewa untuk menunaikan solat isyak.
Tahun itu 1998, ketika saya masih bujang. "Apalah yang boleh dibuat dengan duit ini...?" kata hati, sambil tangan terus memasukkan wang itu tadi ke tabung surau. Ya, lebih baik bersedekah dan belajarlah bersabar menahan sengsara.
Cuba-cubalah selami, orang yang tak punya harta, kata naluri kecil. Bayangkanlah perasaan bila menatap wajah si kecil yang sentiasa menanti kepulangan ayah bonda dengan buah tangan, aneka kuih, lauk pauk atau alas perut yang sebenarnya tidak pernah kunjung tiba dan hanya mimpi semata-mata.
Pilu rasanya, bayangkan makanan bernilai 70 sen ketika itu pun tidak mampu dibeli. Biarlah malam ini saya merasa pula.
Selesai solat, saya kembali ke rumah sewa, tempat tinggal bersama tujuh rakan yang lain, yang masing-masingnya tidak ada di rumah. Tidur untuk menahan lapar, saya pun melabuhkan tubuh di atas lantai ruang tamu, sambil cuba memejamkan mata. Tidur, jalan terbaik menahan lapar kata hati lagi.
Hati memujuk diri sambil sesekali berdoa, agar hari esok akan lebih baik daripada hari ini. Moga ujian ini tidak berpanjangan dan penghapusan dosa dan kesalahan saya selama ini.
Tiba-tiba selang beberapa minit, pintu rumah diketuk bertubi-tubi. "Nah, kami teringat kat Azamin, saja beli nasi goreng lebih," kata jiran, sepasang suami isteri beranak dua kepada saya sambil menghulurkan bungkusan makanan itu.
Setelah rapat menutup pintu, air mata saya tumpah. Terharu yang amat. Rasa kerdilnya diri. Bagaimana Allah telah menyelamatkan saya malam itu...hanya kerana secebis doa dan sedekah yang secubit cuma. Benarlah kata orang dan ahli agama, bersedekahlah, nescaya dirimu diganjar Allah. Jika tidak di dunia, akhirat kelak, saham kita akan bercambah-cambah.
Itu kejadian pertama, lalu muncul pula kisah kedua, antara peristiwa aneh daripada pengalaman hidup saya yang cukup sulit, perit dan sakit. Keperitan dilalui sehingga pernah saya bekerja mencuci kereta, menjadi pelayan di kedai makan, mencuci kasut orang, mengutip hutang seperti 'Ah Long', menjadi pengawal keselamatan dan 'house-keeping' di resort dan aneka kerja untuk meneruskan kehidupan di ibukota.
Pernah dua hari, saya sekadar meneguk air sejuk semata-mata lantaran tiada wang untuk menjamu selera. Ada juga kalangan kawan-kawan yang menawarkan 'kerja', namun saya tolak kerana menjadi 'pusher' dan jual paket-paket ganja, jadi 'bouncer' di kelab malam dan upah 'menarik' kereta mewah adalah kerja-kerja yang mengundang padah.
Saya rela berlapar daripada menempah bahaya dan memalukan ayah bonda. Saya yakin, jika kita mengelak, Allah akan pasti membantu kita.
Seperti kisah, ketika saya bekerja di sebuah syarikat saham di Jalan Raja Chulan, Kuala Lumpur. Pendapatan saya dikira agak boleh tahan jika dicampur dengan kerja lebih masa sehingga subuh hari.
'Tak boleh sembahyang Jumaat!' Saya bekerja di bahagian 'script processing' dan 'data entry'. Masa itu, masih wujud sijil-sijil saham jenis kepingan kertas yang perlu dikira satu persatu sehingga mencecah ribuan setiap hari.
Suatu hari, ketika saya pulang ke pejabat selepas mengerjakan solat Jumaat kira-kira jam 2.45 petang, seorang pegawai muda menengking saya dengan tidak semena-mena. "Kenapa baru balik? Pergi mana?" jerkahnya. "Sembahyang. Hari inikan Jumaat," saya jelaskan dengan santun.
"Sembahyang banyak lama ka? Kawan-kawan awak pun tak sembahyang, lain kali tak payah pergi sembahyang!" katanya tidak puas hati.
Ya, salah kawan-kawan saya juga yang sebilangannya jika hari Jumaat akan 'solat' di Pertama Kompleks, Bukit Bintang dan mana-mana tempat mereka lazim 'bersidai'.
"Apa?!! Tak payah sembahyang? Tak pa, sekarang juga saya berhenti!!!" kata saya melawan sambil meninggalkan pegawai itu terkebil-kebil sendiri. Kejadian itu disaksikan oleh ramai rakan-rakan saya, yang juga tidak sembahayang.
Pada saya, rezeki milik Allah, dan bekerja mestilah diredhai oleh-Nya. Alhamdullilah, saya menganggur hanya seminggu sahaja, apabila seorang "Remiser" mengambil saya berkerja sebagai "Asistant" di syarikat yang sama, dan saya berurusan dengan mamat pegawai ini dalam suasana yang berbeza - bukan di bawah telunjukknya lagi.
Kembali kepada kisah ajaib yang berlaku kepada saya. Tetapi, bagi Tuhan yang Maha Kuasa ianya, tidak mustahil boleh berlaku kepada sesiapa yang Dia mahu. Yang pasti, pintalah.
Suatu malam, saya sudah tenggelam punca. Maklumlah wang saya sudah habis. Bukan sebab berfoya-foya, membeli itu ini sesuka rasa tetapi gaji yang diterima cukup-cukup makan saja. Lebih parah, esok untuk ke tempat kerja, tambang bas pun tidak ada.
Untuk meminjam, saya sudah tidak sanggup menebalkan muka. Saya hamparkan sejadah, solat sunat dua rakaat. Inilah antara pesan yang ditinggalkan oleh ibu yang tercinta dan arwah guru saya. "Jika kau susah sangat, solatlah dua rakaat dan pintalah pada Allah apa yang dihajat," ingat mereka kepada saya.
Teresak-esak saya menangis. Tak tahu nak dikatakan apa lagi. Malu pada Tuhan yang amat. Ada kala saya tidak mensyukuri nikmat. Saya tidak tahu kemana lagi hendak dituju. Untuk bergantung kepada manusia, saya sudah tidak mampu. Aib dan cukup-cukup malu!
Bak kata seorang sahabat Nabi tentang kemiskinan yang dilaluinya... "Jikalau aku diam, aku akan lapar, jika aku bersuara untuk berhutang, aku menambahkan malu di muka." Ya, begitulah juga dengan saya.. hanya pada Allah saya berharap.
Seusai bermunajat, ambil sebuah Quran kecil milik saya untuk membasahkan lidah dengan surah-surah kalimah Allah buat menenang jiwa yang resah. Tatkala membuka helaian demi helaian Quran itu, tiba-tiba terselit sekeping wang RM50.00 di situ.
Berjurai air mata saya, lantaran kesyukuran kerana Allah membantu saya dengan cara yang tidak disangka-sangka...
Ini bukan kisah rekaan, malah saya percaya Allah juga pernah dan telah membantu manusia-manusia di luar sana hatta pembaca dengan jalan penyelesaian yang tidak diduga. Ada dengan cara fitrah manusia, ada dengan cara logik akal, ada yang lambat, ada yang cepat dan ada yang tidak dijangka-dijangka dan mustahil diterima waras manusia.. itulah Allah, yang amat menyayangi hamba-Nya.
Yakinilah bantuan Allah SWT, sangka baiklah dengan Allah SWT, nescaya Allah SWT bersama hamba-Nya yang bersangka baik dan taat pada-Nya.
Seperti sebuah hadis Qudsi ertinya: Allah menyebut: "Aku berada di atas sangkaan hamba-hambaKu." isteri menangis, anak tersenyum sehingga lena
Sekitar tahun 2002, Allah juga pernah 'menyelamatkan' saya pada suatu malam ketika benar-benar kesempitan wang. Malam itu, susu anak sulung saya habis. Berdebar jantung lantaran, hanya kepingan-kepingan syiling saja yang tinggal. Saya dan isteri juga, tidak menjamah walau secebis makanan.
Tiba saat yang cukup perit dan payah untuk dihadapi tatkala, si comel saya merapati ibunya, minta dibuatkan susu. Ketika itu isteri saya sudah tidak sanggup melihat keadaan itu. Saya dengan hati yang luluh, lantas mencapai botol susu lalu menuangkan air suam ke dalamnya.
Anak sulung saya, berkerut kehairanan kerana botol susu itu tidak berwarna, tetapi berkaca sama seperti air mata ayah dan ibunya. Namun tanpa banyak rengekkan, dia capai lalu menghisap botol tersebut.
Beberapa saat kemudian, dia berhenti lantas memandang saya... Bimbang benar jika dia menjerit dan menangis malam itu kerana tidak dapat meminum susu. Alangkah aibnya saya, jika jiran semua tahu letak duduknya keadaan saya, sehingga anak menjerit kelaparan.
Isteri saya juga panik, dan pucat kesi wajahnya menantikan reaksi si sulung seterusnya. Saya bersabar menunggu detik itu... Sambil memegang botol susu, anak sulung saya merenung wajah kami berdua seraya berkata : "Mmm...sedap.." Dan dia mengukirkan senyuman paling manis di wajahnya dan sudah cukup untuk 'mencarik-carikkan' nurani saya.
Aduhai, sebak terasa di dada. Isteri saya sudah tidak dapat menahan sedih, menangis semahu-mahunya. Si sulung kembali menyusu air suam sehinggalah terlena..
Sebenarnya, ujian-ujian yang Allah berikan ini sama ada kepada saya atau yang lain, adalah untuk menguatkan jiwa, iman dan keteguhan manusia menghadapi cabaran getir dan mengukuhkan lagi kebergantungan kepada-Nya.
Ketika menghadapinya terasa cukup sakit namun setelah berjaya melintasinya, ianya cukup nikmat. Pengalaman pahit umpama 'universiti terbaik' hidup kita selama ini. Dan setiap ujian yang diberikan, adalah sesuai dengan kemampuan seseorang.
Masalah-masalah saya, tidak diberikan dan berbeza kepada orang lain kerana khuatir mereka tidak dapat menanggungnya. Begitu juga masalah mereka, tidak diberikan kepada saya, khuatir saya hilang punca dan tidak upaya menahan bebannya.
Dan ujian Allah adalah berdasarkan kemampuan manusia seperti firmannya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannyaa33;" (Al-Baqarah: 286)
Begitulah Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasihani. Adakala hidup ini dilalui dengan pelbagai himpitan, masalah, ujian namun kita tidak keseorangan dalam menghadapinya. Allah itu kan ada, mendengar rintihan kita.
Jika anda rasa, anda susah betapa ramai lagi yang tak pernah kenal erti apa itu lampu, pendingin hawa atau makanan enak menjilat rasa. Atau sekadar menjamah pucuk-pucuk paku di belakang rumah atau sayur ulaman di kaki longkang.
Baju lusuh bertukar warna, menjadi teman di Hari Raya. Mereka lebih derita dan lara.
Jikalau anda rasa hebat, sebenarnya ramailah lagi, jauh lebih hebat daripada anda. Esok anda hebat, lusa mungkin anda merempat. Belum tahu, justeru pintalah pada yang Esa agar perjalanan hidup anda sentiasa direstu dan dilindungi selalu.
Terus- terang saya katakan, di sebalik cabaran, dugaan dan asakan yang mendatang, adakalanya saya juga 'frust' dan tewas. Kecewa umpama 'mati' sebelum mati. Api juang adakala naik menjulang namun lazimnya padam dan kecundang.
Di sebalik tulis-tulisan saya dan rintangan yang dihadapi, mahu sahaja saya berhenti daripada mencebis kata-kata namun surat-surat pembaca dan puluhan email yang saya terima, 'menghidupkan' saya semula.
Semua ini dengan hidayah dan kekuatan yang tuhan berikan. Kata seorang tua kepada saya, sebanyak mana orang menyukai kita, mungkin sebanyak itulah orang membenci kita. Justeru janganlah kita mendabik dada, kerana dunia ini pinjaman semata-mata.
Ada pembaca yang menceriakan saya, ada yang lebih susah hidupnya dan lebih hebat pengorbanannya malah tidak kurang juga yang menegur dan mengkritik saya. Sesungguhnya, pandangan, dan teguran pembaca dan cerita-cerita mereka, menyuntik semangat di dada yang adakalanya kecundang secara tiba-tiba.
Syukur kepada Allah, memberi kekuatan kepada saya dan terima kasih kepada pembaca, peminat dan pengkritik yang telah menyedarkan lena dan duka saya yang panjang...
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang yang sabar. (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "innalillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." (Al-Baqarah: 155-156).











.jpg)




